Menua Di Dadamu

Aku ingin tinggal dan berumah dimatamu
Melihat dan menyaksikan sendiri
Kesedihan dan kegembiraan yang terpendam dan yang meluap didadamu
Aku menyaksikan kamu sendiri tidak bisa menawarnya
Aku ingin tinggal dan berumah didadamu. 
Merasakan napas yang menahan tidak teratur. Jika badai masalah dan sedih membuat sarang didadamu
atau menikmati bagaimana rasanya denyut saat kamu bahagia
Aku tidak ingin kita menjadi pendekar dalam hidup
cukup menjadi manusia yang merasakan semua getaran;
"cinta, rindu, kangen, amarah, dendam, manja, sedih, gembira juga kegalauan"
Aku ingin sampai menua tinggal dan berumah didadamu
jangan khawatir aku tidak mencuri isinya

Maka luaskanlah dadamu dengan larik sajak Sapardi Djoko Damono ini;
“menggumamkan beberapa larik doa jika ada jenazah lewat, agar masih dianggap lambang kekalahan sendiri.”
Dalam satu perjalanan ke Ternate (15 Juni 2016)

Comments

Popular Posts