Pulanglah di Pelukan Ibu
Laut dengan segala badainya berlabuh di pangkuan Ibu
Maka pulanglah ketubuhnya
layangkan kecupan paling mesrah.
Sedari dulu kita alpa
Ibu disobek sebegitu rupa
Darah mengalir dari matanya sebegitu pilu, sebegitu tragis.
Sebelum ajal menjemput Ibu.
Pulanglah, jilat segala lukanya.
Pulanglah, sebab sesal bisa hidup didadamu, selamanya.
Ternate, 15 Juli 2016

Comments
Post a Comment