Sebarisan Cala Ibi
Kepada jarak; puisi hanyalah anti biotik dari rindu yang terpendam. Sementara keinginan bertemu adalah mengajak impian menyusun puzle yang berantakan.
Kita adalah serpihan huruf-huruf yang sedang menyusun dirinya menjadi sebarisan kalimat ini;
"Bapakku anggrek bulan, putih dari hutan. Ibuku mawar merah di taman, dekat pagar pekarangan. Bertemu suatu pagi di pelabuhan. Melahirkanku. Bayi merah muda kemboja. Bunga kuburan." (1).
Ternate, 18 June 2016
__________________________________________
__________________________________________
Ket : (1) sajak Nukila Amal dalam Cala Ibi.

Comments
Post a Comment