Hilang Segala Ragu

Aku menulis puisi kepada dan untukmu, agar hilang segala ragu. Walau aku tahu, puisi bukan harga menukar setia. Aku akan terus menulis, mantera, doa, dan puji-puji. Entah di batas mana, kita akan menyerah pada jarak? Rasanya tiada yang lebih kejam, selain waktu. Aku akan terus menulis, agar engkau tahu; "Pagi, laut, dan kamu adalah pertautan dialog kedirian yang intim" Hilang segala ragu

Ternate, 30 Agustus 2016

Comments

Popular Posts