Ingatan yang Pendek

Pagi kembali, dan hari-hari tidak seperti  biasanya lagi, sebagaimana senjakala di kampung saya dahulu.
Radio sepi dari ruang dengar. Om desa, tidak lagi menyapa.
Radio kini, dihimpit oleh pita-pita ingatan dari ramainya TV dengan saluran-saluran yang merusak akal sehat.
kecerian anak-anak di waktu pagi, sudah jadi pemandangan langka
yang mengejar waktu, merebut timba di sumur sebelum matahari tinggi dan denting bel sekolah bunyi.
Kita bagai remot TV, yang dengan mudah dan cepat tertukar dengan saluran individu, diri sendiri, emosional dan sikap tidak peduli.
Begitu cepat tertukar.
tungku, kayu bakar, lentera, lampion/loga-loga tertukar dengan listrik.
Semacam amnesia, yang hanya sesaat singga sebagai ingatan. Ya !!! Ingatan yang pendek.
Moti, 19 Desember 2015

Comments

Popular Posts