Kekasih dan Hujan di Puncak Bogor

Malam ini saya di bogor bersama hujan. Entah kenapa, tiba-tiba hujan begitu akrab menemani saya ketika dingin sesak di selimut. Sesekali, ia panggil saya ke jendela kaca yang rabun dalam desau angin yang kencang. mengajak saya memandang bayangan saya sendiri, saya menemukan diri saya begitu tidak utuh. Pecah dan luruh.
Sambil lalu, saya mengingat dirimu, membayangi seperti saya melihat bayangan sendiri di jendala kaca yang rabun itu. Pecah dan meluruh. maaf sayang aku tidak bisa mengingatnya.
Kekasih.... waktu dan kamu barangkali tahu..?
Puncak Bogor, 26 Februari 2016

Comments

Popular Posts