Kenangan di Bulan Keramat
kenangan adalah ingatan yang “amnesia”, semacam pelupa untuk merumuskan periode melankolis dari dirinya sendiri. Kapan ia pernah jatuh cinta..? sekencang apa dan bagaimana degup jantungnya ketika ia pertama kali melafalkan cintanya..? kata apa atau bahasa semacam apa yang ia pinjam dari penyair untuk mematahkan beribu alasan dari kekasihnya.?
Sebahagian yang tidak sukses, kemungkinan menjadikan ingatan bagai luka yang mengangah, curam dan dalam. Apakah salah jika saya mengakui bahwa sebagian ingatan saya adalah luka..? luka yang menganga, curam dan dalam. ketika seorang kasir yang sedang menghitung jumlah bir di balik meja, mendengar ucapan saya, ia girang sumringa, sambil loncat teriak nyaring “mampus kau dikoyak ingatan” sambil tenang ia memandangi saya pelan-pelan “ isi saja ingatanmu ke dalam bir, mabuk sampai mampus, dan ahirnya lupa (ingatan) yang brengsek itu”.
Sasampai rumah, saya tiba-tiba sadar, ini bulan februari, bulan perjumpaan saya dengan cinta pertama saya. Saya sudah menganggap Februari adalah bulan keramat. Waktu itu, gerimis pelan di sore hari, dan rasanya keringat saya lebih lebat dari gerimis dan lebih besar dari buah tomat. Ah...... saya tidak bisa lanjutkan kisah ini, karena kenagan kita adalah ingatan “luka yang mengangah, curam dan dalam".
Cilosari, 3 Februari 2016

Comments
Post a Comment